Sesuai dengan PP Nomor 30 tahun 1990, Pendidikan Tinggi diselenggarakan melalui kuliah. Lebih dari itu, dalam penyelengaraan pendidikan tinggi dapat diadakan kegiatan akademik lain termasuk praktikum. Demikian halnya di Universitas Lampung, yang dalam peraturan Akademiknya telah di tetapkan pula bahwa: Penyelenggaraan pendidikan dilaksanakan melalui kuliah dan ditunjang dengan praktikum, responsi, diskusi, seminar, kolokium, kuliah kerja, simulasi, penelitian, dan kegiatan ilmiah lainnya.
Dengan demikian, jelaslah bahwa upaya peningkatan mutu proses pembelajaran sehingga mutu lulusan menjadi lebih baik harus mencakup semua metode pembelajaran termasuk praktikum. Mutu lulusan dan proses belajar dalam praktikum ditingkatkan antara lain dengan mengadakan saran penunjang yaitu laboratorium.
Khususnya di program studi Pendidikan Geografi bahwa obyek kajian utma adalah bumi dengan fenomena yang ada baik yang bersifat fisik maupun nonfisik (sosial), sehingga laboratorium geografi ada yang di dalam ruangan dan ada pula di luar ruangan. Dalam rangka pengembvangan laboratorium geografi tentunya mencakup dua aspek yakni aspek fisis dan aspek non fisik, proses pembelajaran bersifat teori dapat dilakukan di dalam kelas dan laboratorium di dalam ruangan ( indoor study), kemudian pembalajaran bersifat pengamatan fenomena dapat di laksanankan di lapangan dan laboratorium di lapangan (outdoor study).
Praktikum merupkakan salah satu kegiatan yang wajib diikuti oleh setiap mahasiswa Program Studi Pendidikan Geografi, jurusan Pendidikan IPS FKIP Universitas Lampung. Di sampingitu, praktikum juga merupakan salah satu upaya memberi latihan kepada mahasiswa dalam rnagka menambah pengetahuan dan wawasan geografi dalam mengakaji fenomena, memetakan,menginterpretasi di dalam ruangan (laboratorium ruangan) dan mengakji fenomena yang di jumpai di lapangan baik yag bersifat fisis maupun sosial ekonomi dan budaya (laboratorium luar ruangan). Sehingga, mahasiswa diajaka memahami, menganalisis, interpretasi mengenai distribusi, interaksi, interelasi dan interdenpensi keruangan terhadapa suatu gejala atau fenomena yang pada akhirnya dapat menarik suatu kesimpulan dan prediksinya. Oleh karena itu praktikum di dalam ruangan dan di luar ruangan merupakan bagian integral dari bentuk praktikum penunjungan kuliah teori di dalam kelas (indoor study) yang dilaksanakan di lapangan (outdoor study).
Pada program Studi Pendidikan Geografi Jurusan IPS FKIP Universitas Lampung, terdapat beberapa mata kuliah yang mencakup sain dan keteknikan yang memerlukan adanya praktikum sebagai suatu metode pengajaran. Berkaitan dengan hal tersebut, McKechi (1986) mengemukakan bahwa “The laboratory method is no so widely accepted as necessary for scientific education………..” Mata kuliah seperti kartografi, penidnraan jauh dan sistem informasi geografi, kosmografi merupakan mata kuliah tertentu memang perlu mencakup sain dan teknologi. Oleh karena itu, pengajaran mata kuliah tertentu mencakup praktikum dalam ruangan dan di luar ruangan. Demikian pula dengan maata kuliah yang lain seperti meteologi dan klimatologi, Kerja Kuliah Laapangan, dan mata kuliah – mata kuliah yang lain yang memerlukan pemahaman menggunakan metode praktikum di luar ruangan.
Salah satu tujuan pendidikan tinggi khususnya di Fakultas Keuguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Lampung adalah untuk menciptakan generasi – generasi baru sebagai calon guru yang nantinya diharapkan mampu menjelaskan tugasnya sebagai pendidikan yang memiliki ilmu pengetahuan, sain dan teknologi, serta keterampilan yang dimiliki diharapkan dapat mendukung dalam mewujudkan tujuan pendidikan tersebut.
Guna memenuhi tuntutan tersebtu, mahasiswa Program Studi Pendidikan Geografi PIPS FKIP Universitas Lampung harus memiliki bekal yang memadai bukan saja penguasaan secara teoritis, akan tetapi harus dapat mengaplikasikan teori-teori yang di peroleh guna menganalisis fenomena – fenomena yang ada di lapangan, khususnya fenomena geosfer.
Program Studi Pendidikan Geografi di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan ataupun di Fakultas Geografi atau Jurusan Geografi, mempelajari geosfera yang terdiri atas litosfera, atmosfera, antroposfera, hidrosfera dan biosfera. Pusat perhatiannya adalah terpolanya fenomena geosfer dalam ruang. Oleh karena itu, jenis analisisnya secara rinci digolongkan atas tiga jenis yakni, analisis spasial (keruangan) berkenaan dengan ruang dimana fenomena gesofera itu terpola berdasarkan karakteristik unsurnya, analisis ekologis yang memandang fenomena geosfera pada satu ruang yang utuh, dan analisis kompleks wilayah yang menggabungkan kedua analisis sebelumnya (analisi keruangan dan analisis ekologis).
Dari uraian di atas, bahwa para mahasiswa yang mempelajari geografi apakah secara murni (pure) pada Fakultas Geografi/Jurusan Geografi ataupun pendidikan geografi di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, di harapakan dapat memiliki bekal keilmuan dalam hal :
- Pengetahuan yang serba cukup atas lingkungan sumberdaya
- Menguasai teknologi yang berkenaan dengan kartografi, pengindraan jauh, sistem informasi geografi (SIG), geomorfologi, geologi demografi teknik, klimatologi, hidrologi, dan mata kuliah lainnya yag berkaitan dengan teknologi geografi.
- Mampu menganalisis dan memecahakan segala persoalana atau masalah melalui pendekatan geografi. Menganalisis yang seringkali harus mempertimbangkan bebagai unsur lingkungan, bahkan melakukan pendekatan terpadu (intergreted approach) untuk mendpatkan site selection dan the best of use area.
- Khusus mahasiswa geografi di FKIP dengan memiliki kemapuan dan pemahaman seperti di atas, kelak di harapakan ddapat mengajar dengan baik dan menarik (tidak konvensional),sehingga akan dapat menumbhaukan minat siswa dalam mempelajari geografi.
Agar segala kompetansi di atas dapat terwujud dengan baik, maka dalam mempelajari geografi harus ditunjang oleh suatu peralatan (perangkat alat laboratorium) yang memadai, baik peralatanuntuk di ruangan ataupun peralatan untuk di luar ruangan (di lapangan).
Berdasarkan latar belakang singkat di atas, maka dalam kurikulum pendidikan geografi sudah harus di lengkapi dengan laboratorium denga peraltan yang memadai, baik peralatan yang di perlukan untuk praktikum di dalam ruangan maupun perlatan yang di perlukan praktikum di luar ruangan.